Friday, March 2, 2018

Membuat Bahan Ajar Sejarah Inovatif: Modul yang Kreatif

Assalamu'alaikum...
Hari ini saya akan memberikan sedikit inspirasi bagi guru sejarah atau mahasiswa sejarah yang bingung mencari inovasi bahan ajar sejarah yang ifektif dan pastinya menarik. Sudah merupakan masalah umum bahwa bahan ajar sejarah konvensional di sekolah seperti buku teks dan lks membuat siswa kita malas untuk belajar sejarah, karena hanya berbasis teks, sedikit gambar/ilustrasi dan banyaknya soal. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus membuat inovasi dalam pembelajaran. Hariyono (1995:145), mengungkapkan bahwa.
"Dengan pemilihan bahan belajar sejarah yang dianggap esensial, pendidik tidak merasa dikejar target untuk menyelesaikan semua materi yang ada di kurikulum. Pendidik mempunyai waktu untuk melakukan reintropeksi dan evaluasi secara makro terhadap proses belajar yang sedang dan telah dilakukan. Interaksi dengan peserta didiknya tidak hanya memungkinkan dirinya mengetahui tingkat kognitif peserta didik, melainkan juga aspek ketrampilan sosial serta afeksi. Dengan kata lain pendidik berpeluang untuk dapat mengembangtumbuhkan kesadaran sejarah bukan pengetahuan sejarah yang dimiliki saja dari peserta didik."
Di zaman sekarang yang serba IT, sudah banyak inovasi bahan ajar yang bisa kita jadikan referensi, BUT..... kebanyakan menurutku hanya didominasi aspek 'menarik' saja, dan melupakan aspek 'esensial' --> isi nya, so... ya begitulah Jadi bagaimana? Kalau kita mau menjadi kreatif, insyaAllah ada jalan :D Salah satu bahan ajar konvensional yang dapat kita jadikan objek inovasi adalah 'MODUL'. Modul adalah sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik sesuai tingkat pengetahuan dan usia mereka, agar dapat belajar sendiri (mandiri) dengan bantuan atau bimbingan yang minimal dari pendidik (Prastowo, 2015:106). Jadi, kalau tujuan kita adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai sejarah, modul adalah salah satu bahan ajar yang tepat, karena modul berbasis belajar mandiri, siswa bisa belajar dengan modul dengan gaya belajarnya masing-masing, dan guru hanya mendampingi. Namun, modul yang digunakan juga harus menarik perhatian siswa, how? Banyak objek yang bisa dijadikan tambahan untuk membuat modul menjadi inovatif, contoh.... --> Modul yang layoutnya menarik, berwarna dan tidak terlalu berbasis teks --> Modul yang dikombinasikan dengan hal yang kekinian, contoh...modul yang isinya ada cuplikan komik, berita-berita, atau kalau skripsi saya, modul saya kombinasikan dengan lapbook (kalau pengen tahu coba klik di sini) Dalam penelitian pengembangan, yang diperlukan adalah keterbaharuan dan inovasi, semoga info ini membantu... Wassalamu'alaikum


Referensi 
Prastowo, A. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press. Hariyono. 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

No comments:

Post a Comment

INDISCHE PARTIJ